Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Michael Hedges "Bapak" Fingerstyle Dunia

Advertisement:

Hai, teman Chordsmain kali ini ada share info dari forum IFGC sebuah tread oleh Haara tentang Michael Hedges "Bapak" Fingerstyle Dunia

Michael Hedges adalah seorang yang di sebut-sebut sebagai "BAPAK" fingerstyle dunia, beliau adalah orang yang sangat memberi pengaruh besar terhadap perkembangan tehnik fingerstyle modern.

Michael Alden Hedges adalah seorang komponis, gitaris akustik, penyanyi dan penulis lagu berdarah amerika. Terlahir pada tanggal 31 Desember 1953 di Sacramento, California, U.S dan meninggal pada tanggal 2 Desember 1997 di umur ke 43 pada sebuah kecelakaan lalu lintas di Mendocino County, California. 

Kehidupan musik Hedges di mulai di kampung halamannya Enid, Oklahoma dengan mencoba belajar berbagai macam instrument musik sebelum akhirnya berfokus pada flute dan gitar. Ia belajar flute dan komposisi di Philips University, Enid , lalu kemudian belajar gitar klasik dan mendapatkan gelar pendidikan di bidang komposisi musik dari Peabody Conservatory di Baltimore. Ia menguasai berbagai jenis gaya bermusik dan di anggap sebagai pemain musik yang sangat dinamis di dalam konser. Hedges banyak bermain dan bernyanyi di pub-pub dan restoran di daerah Baltimore Metro selama masa-masanya di Peabody. Pada tahun 1976-1977 ia bermain gitar listrik dan flute untuk sebuah grup musik folk rock jazzy lokal bernama Lotus Band, dan meninggalkannya untuk mulai bersolo gitar akustik.

Advertisement:

Pada tahun 1980, ia  pindah ke California untuk belajar musik elektronik di Universitas Stanford. Hedges dikontrak pada bulan Februari 1981 oleh William Ackerman setelah melihat Hedges tampil di The Varsity Theater di Palo Alto dan segera  menandatangani Hedges ke kontrak rekaman pada label Windham Hill. Sesat sebelum pertemuan Hedges dengan WiIlliam Ackerman , Ia bertemu dengan seorang bassist .Michael Manring. Lalu Ke 2 nya memulai karir rekaman mereka bersama-sama pada album debut Hedges yang di rilis oleh WIndham Hill , Breafkfast in the field , 1981. 

Selama 2 tahun kemudian , komposisi dan skill performance Hedges meningkat secara drastis. Ia membuat batu loncatan pada rekamannya  yang ternominasi Grammy Awards pada tahun  1984, Aerial Boundaries, yang sangat berbeda dari apa yang orang-orang pada tahun itu dengarkan, Nada-nada, tehnik-tehnik aneh, struktur komposisi yang memukau dan ekspresi yang lebih luas pada rekaman ini benar-benar revolusioner, di tambah lagi dengan tehnik amplifikasi gitar akustik yang  revolusioner. Bisa dibilang, album pertamanya bukan lah apa-apa jika di bandingkan dengan kematangan tehnik dan nada pada album ke-2nya ini, seperti apa yang di katakan Joe Gore pada tahun 1990 di cover storynya di majalah Guitar Player. Genre pun tidak lagi menjadi suatu batasan bagi Hedge di album ini.

Pada tahun 1985, bisa terlihat jelas bahwa karya Hedges tidak terbatas pada instrumental, atau kategori lainnya, termasuk "new age" -genre yang di cipta dan populerkan oleh Windham Hill. Akibatnya, Windham Hill menciptakan label anak perusahaan baru, untuk mengakomodasi  "rekaman eklektik folk song dengan tuning aneh" dari Hedges -Watching My Life Go By. Menurut Hedges, ia tidak dapat mengkategorikan musiknya  kemanapun. Menurutnya adalah hal yang sehat untuk tidak mengkategori-kategori kan musik ketika seorang komposer sedang menulis lagu. Ia tidak ingin membatasi dirinya dalam berkarya.

1987, Live on the Double Planet , di rekam saat ia konser di Amerika Serikat dan Kanada. Berisi komposisi-komposisi baru  Hedges dan beberapa komposisi lamanya yang di aransemen ulang, 2 komposisisi untuk permainan Harp-Guitar -instrumen langka , baru sedikit orang yang sudah menguasainya-, 3 lagu cover termasuk salah 1 nya versi ganas dari "All Along the Watchtower".  Sebuah kutipan dari beliau :

“When I’m writing a piece, I write it entirely for me. When I play it, I play it entirely for the audience and the audience gives it back to me tenfold. I think you always have to keep that live connection going because that’s what music is all about—it’s communication between human beings. Performing is more of a sensual experience—composing is more of a spiritual one. Music goes from human soul to human soul. My approach to music and my approach to life are the same thing. I’m not quite sure what that is, but I’m always thinking about the way I’m living while I’m playing guitar, and I’m always thinking about the way I’m playing the guitar when I’m living. Why think about guitar while you’re playing guitar? Why not think about life? You don’t want to tell people how you’re playing the guitar. You want to tell people how you live. That’s the purpose of playing guitar, from my perspective.”

Salah 1 nominasi Grammy tahun 1990, Taproot, sebuah "mitos otobiografi yang dituangkan dalam musik". mempersembahkan komposisi-komposisi instrumental dan 1 buah komposisi lagu bervokal. Konsep untuk album Taproot di pengaruhi oleh tulisan-tulisan Joseph Campbell dan Robert Bly, keduanya mendorong pengembangan mitos pribadi dan citra non-literal untuk mendefinisikan dan memperdalam identitas.

“I have troubles like everybody else does. I needed something to put me in balance, so I wrote a story that had symbols of my life in it—as Joseph Campbell would say, ‘a myth to live by’. I finished the story and solved all the problems. Then I took the names of the characters, who represent real people in my life, and the events, which are fictional but symbolic, and made them into song titles.”

Hedge telah banyak muncul di majalah-majalah gitar besar dan pernah memenangkan polling pembaca majalah Guitar Player sebagai "The Best Acoustic Guitarist", selama 5 tahun berjalan dan kemudian dinamai oleh majalah Guitar Player sebagai salah satu dari "25 Guitarist Who Shook the World" . Namun sebagai mana Taproot mengeluarkan isyarat,  ia telah bergerak di luar batas solo gitar akustik. Akhirnya iya melepas gelarnya dari "The Gallery of The Greats" oleh majalah Guitar Player, menurutnya ia tidak perlu lagi membuktikan kepada siapapun bahwa dia adalah seorang gitaris, sehingga ia bebas untuk mengekplorasi bunyi-bunyian dan hal lain dalam menulis lagu. Ia tidak ingin dibatasi oleh apa yang orang sebut 'Style'. Ia ingin menulis musik seperti ia merasa itu bukan apa yang orang harapkan dari dia atas apa yang ia lakukan di masa lalu. Hasilnya adalah rilis pertama Hedges setelah empat tahun vakum tidak mengeluarkan album- 1994, The Road To Return- album yang didominasi vokal dengan tekstur dan aransemen yang lebih rumit dari karya-karya sebelumnya. Selain gitar akustik, Hedges memainkan Flute , drum, synthesizer, harmonika dan gitar listrik pada album ini. "The Road To Return adalah sebuah perjalanan internal pribadi Hedges. Tidak seperti perjalanan yang bernostalgia, melainkan lebih ke pencarian visi.

Sebuah pengalaman tak terduga terjadi pada tahun 1994, seperti takdir memang telah berada di samping dirinya , ketika Hedges sedang konser di Oregon seorang wanita menghampirinya dan mengembalikan Gitar Hedges yang telah hilang di curi 15 tahun sebelumnya dari mobil van Hedges ketika Hedges sedang menjadi pembuka acara di konser Jerry Garcia. Gitar Custom yang di buat oleh Luthier Ken DuBourg itu kembali dengan kondisi yang cukup menyedihkan, namun Hedge berupaya untuk merestorasinya dan kehadiran kembali gitarnya tersebut akhirnya menjadi inspirasi bagi beberapa lagu di album Oracle,1996.

Sebagaimana dengan apa yang di klaim oleh Hedges, album Oracle sangatlah sempurna untuk menggambarkan kronologi kehidupannya.

Advertisement:

“The Road to Return was a search for ‘Who am I?’ Then my old guitar was returned and I thought, ‘Yeah, this is part of who I am.’ Now, I’m open. I have a feeling something new is on the horizon for me, because, after all, how many ways can you slap a guitar? Since I’ve been writing songs, I’m more conscious of the music I’m after. It shouldn’t be seen as a new phase of my playing, but just more of me.”

Kejeniusan Hedges adalah kemampuannya untuk menggunakan musiknya sebagai alat pencarian jati diri sekaligus menjadi sarana untuk mengekspresikannya.


Selengkapnya teman-teman bisa kunjungi langsung thread forum tentang Michael Hedges di IFGC. Demikian artikel tentang Michael Hedges "Bapak" Fingerstyle Dunia. Semoga bermanfaat.

Terkait dengan belajar gitar Fingerstyle, berikut ini beberapa rekomendasi yang jangan Anda lewatkan.

Advertisement:

Post a Comment for "Michael Hedges "Bapak" Fingerstyle Dunia"

Advertisement: